Sejarah Pura Puseh Kangin
Pura Puseh Kangin disebut pula dengan Pura Puser Kangin, dalam Purana disebut dengan Pura Puseh Kangin Pusering Jagat. Pura ini lokasinya di Banjar Senapan, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Pura ini berada di tengah areal tegalan dan persawahan, yang jauh dari pemukiman penduduk, namun sekarang mudah dicapai, karena telah ada jalan raya yang baik, sehingga dapat dilalui dengan kendaraan bermotor. Pura Puseh Kangin telah beberapa kali mendapatkan penelitian arkeologi, sehingga peninggalan budayanya sudah terdaftar sebagai benda cagar budaya.
Tahun Berdiri Pura
Pura Puseh Kangin diperkirakan sudah ada jauh sebelum penaklukan Bali oleh Kerajaan Majapahit (abad ke-14 M), karena di kompleks pura ditemukan artefak megalitik (manusia prasejarah) seperti menhir, lumpang batu, dan fragmen lainnya yang berasal dari tradisi prasejarah atau jaman megalitik. Hal ini menunjukkan bahwa situsnya sudah digunakan sebagai tempat pemujaan sejak zaman yang sangat tua, jauh sebelum periode Hindu klasik di Bali.





Mengenai Pura
Pura Puseh Kangin
Mengenai Pura Puseh Kangin Carangsari melalui Intengible dan Tengible
Intangible
Pura Puseh Kangin diperkirakan sudah ada jauh sebelum penaklukan Bali oleh Kerajaan Majapahit (abad ke-14 M), karena di kompleks pura ditemukan artefak megalitik (manusia prasejarah) seperti menhir, lumpang batu, dan fragmen lainnya yang berasal dari tradisi prasejarah atau jaman megalitik. Hal ini menunjukkan bahwa situsnya sudah digunakan sebagai tempat pemujaan sejak zaman yang sangat tua, jauh sebelum periode Hindu klasik di Bali.
Pura ini merupakan pura yang bersifat genealogis, yaitu pura yang disungsung/difungsikan oleh kelompok masyarakat Desa Carangsari secara turun temurun. Pura ini berlokasi di areal tegalan (kebun) dan persawahan yang jauh dari pemukiman penduduk, namun sangat mudah dijangkau karena adanya jalan raya beaspal yang dapat dilalui berbagai jenis kendaraan bermotor. Pura ini terdiri dari tiga hataman, yakni halaman utama (jeroan) yang merupakan pusat disimpannya tinggalan arkeologi dengan berbagai macam bangunan pendukung lajnnya, halaman tengah (jaba tengah) yang terdapat bangunan berupa balai dan dapur (pewaregan suci), serta halaman luar (jaba) yang merupakan areal parkir, wantilan (aula), serta kamar kecil. Secara keseluruhan bangunan dalam kondisi baik, tetapi ada beberapa tinggalan arteologi yang diletakan di tempat terbuka tanpa balai pelindung (lihat sketsa denah).
Pura Pusering Jagat yang berada di Desa Adat Carangsari, Badung (terkadang disebut Pura Puseh Kangin/Puser Kangin) dinobatkan sebagai Cagar Budaya karena memenuhi kriteria penting, terutama berdasarkan temuan arkeologi yang membuktikan nilainya bagi sejarah dan ilmu pengetahuan.
Tangible
Di Pura Puseh Kangin Carangsari, terdapat 4 buah arca Ganesa, yang tersimpan di 2 tempat, yaitu satu buah arca Ganesa dia atas baturan di halaman Jeroan dan tiga buah arca Ganesa, yang tersimpan di dalam Gedong Arca.
Berdasarkan Data Cagar Budaya Penemuan Arca atau Situs di Pura Puseh Kangin, temuan seluruh benda yang terdata sebanyak 61 Arca atau Situs yang masing masing situs memiliki historika masing-masing.
Situs Pura Puseh Kangin saat ini berada dalam kondisi baik dan terawat. Namun pada beberapa tinggalan Benda Cagar Budaya masih berada di area terbuka sehingga rentan terhadap kerusakan akibat cuaca