Penemuan
Arca atau Situs Pura Puseh Kangin



Situs Pura Puseh Kangin
Pura Puseh Kangin disebut pula dengan Pura Puser Kangin, dalam Purana disebut dengan Pura Puseh Kangin Pusering Jagat. Pura ini lokasinya di Banjar Senapan, Desa Carangsari, Kecamatan Petang.




Penggungan Catur
Penggungan Catur merupakan pelinggih untuk menghaturkan banten bebangkit sebagai sarana piodalan



Pelinggih Bedugul
Pelinggih Bedugul ini berada disebelah kanan pintu masuk jeroan. Pelinggih ini merupakan pelinggih untuk memuja Batari Uma untuk meminta kerahayuan diladang atau sawah.



Apit Lawang
Apit Lawang ini merupakan Pelinggih Kembar yang berada diantara pintu masuk dan keluar menuju ke jeroan.



Arca Duduk Diatas Nekara
Arca tanpa kepala yang digambarkan dalam sikap duduk bersila, di atas lapik berbentuk nekara dari batu paras, digambarkan memiliki 4 buah kupingan serta garis berbentuk melingkar





Arca Ganesha (BND/40)
Kondisi bagian muka aus, belalai aus, arca dalam sikap duduk di atas lapik bundar dengan telapak kaki bertemu, postur badan gemuk, perut buncit, bertangan empat semua tangan dalam keadaan aus





Arca Ganesha (BND/43)
Fragmen arca dalam sikap duduk bersila di atas lapik berbentuk bundar.




Arca Perwujudan (BND/39)
Arca petwujudan dalam sikap bersila di atas lapik segi empat, bagian muka dan mahkota hilang, kedua tangan di depan perut memegang benda.




Fragmen Arca Perwujudan 41
Fragmen arca ini dengan sikap duduk bersila di atas lapik berbentuk persegi empat.




Fragmen Arca Perwujudan 42
Fragmen arca ini diidentifikasi datam sikap duduk bersimpuh di atas lapik berbentuk persegi empat.




Fragmen Arca Perwujudan 44
Fragmen arca ini diidentifikasi dalam sikap duduk bersila di atas lapik segi empat panjang.




Fragmen Arca Perwujudan 45
Fragmen arca ini diidentifikasi dalam sikap duduk bersila di atas lapik segi empat panjang.



Fragmen Bangunan (63)
Merupakan kemuncak bangunan dengan bagian atasnya berbentuk pipih dengan hiasan simbar di bagian tengahnya.



Fragmen Bangunan (64)
Kemuncak bangunan dengan bagian atas berbentuk pipih dengan hiasan simbar di bagian tengah serta sisi-sisinya.


Fragmen Makara (70)
Bagian dari makara dengan bagian belakangnya auso Bagian depan dengan mata melotot besar, alis tebal mengkerut, memakai hiasan dahi



Fragmen Bangunan (71)
Merupakan bagian dari berupa makara dengan bagian belakangnya aus. Bagian depan dengan mata melotot besar, alis tebal mengkerut



Fragmen Arca Perwujudan (47)
Kondisi Fragmen Arca aus yang dapat diidentifikasi adalah arca datam sikap duduk bersila di atas lapik dengan bentuk bundar.



Fragmen Arca Perwujudan (51)
Fragmen ini hanya bagian kaki dan lapik saja, arca dalam sikap duduk bersila diatas lapik berbentuk bulat.



Fragmen Arca Perwujudan (54)
Arca tanpa kepala dalam sikap duduk bersila di atas lapik dengan motif timun-timunan sena berbentuk segi empat, kedua tangan memegang penginangan.



Fragmen Arca Perwujudan 55
Yang dapat diidentifikasi adalah kepala arca dengan mata terbuka, hidung mancung,dahi lebar dengan guratan, alis tebal



Fragmen Arca Primitif (49)
Fragmen arca tanpa kepala digambarkan dalam sikap berdiri di atas lapik dengan koñdisi aus, dengan perut besar, dan sandaran (Stela) aus.



Fragmen Arca Primitif (50)
Arca primitif digambarkan dalam sikap berdiri, kedua tangan di depan perut, dada menonjol, muka bulat dengan mata terbuka



Fragmen Bangunan (61)
Merupakan bagian dari bangunan berbentuk seperti kemuncak, terdiri dari tiga tingkatan, bagian atasnya patah polos tanpa motif hias, bagian tengahnya memakai motif simbar



Fragmen Bangunan (62)
Merupakan bagian dari banguanan berbentuk kemuncak potos tanpa motif hias. Bagian atasnya berbentuk seperti stupa, bagian tengahnya terdapat lipatan berbentuk bulat melingkar



Fragmen Bangunan (72)
Bagian dari bangunan yang berbentuk segi empat dengan sisi-sisi yang memakai relief. Pada sisi depan digambarkan relief guci dengan tumbbuhan di bagian atasnya



Fragmen Bangunan (73)
Pada Sisi depan digambarkan relief guci dengan tumbbuhan di bagian atasnya, pada Sisi bagian sampingnya digambarkan seekor gajah dengan telinga.



Fragmen Bangunan (74)
Merupakan bagian dari bangunan perbentuk peraegi empat. Bagian atas lebih besar dari bagian bawah. Bagian ats datar dan terdapat Iubang berbentuk persegi empat dengan ukuran kecil.



Fragmen Bangunan (75)
Merupakan bagian dari bangunan berbentuk seperti bunga di bagian dalamnya, kemungkinan merupakan bagian dasar.



Fragmen Bangunan (77)
Merupakan bagian dari berupa kemuncak bangunan, bagian atas stupa, sedangkan bagian bawahnya panjang, keseluruhan potos tanpa motif hias



Fragmen Bangunan (84)
Bagian dari bangunan berbentuk persegi empat dengan undagan-undagan di bagian atasnya serta pola-pola geometris, bagian belakangnya datar tanpa undagan.



Fragmen Nekara (52)
Kondisi nekara pecah menjadi dua, yang tampak kupingnya serta guratan berbentuk bulat melingkar di bagian bawahnya.



Lumpang Batu (85)
Merupakan batu berbentuk bulat pipih dengan lubang berbentuk cekung di bagian tengahnya dengan permukaan yang tidak berpori-pori.



Fragmen Arca Binatang (57)
Arca binatang dengan sikap kedua kaki di belakang ditekuk dan kaki didepan hilang..



Fragmen Arca Binatang (58)
Arca dalam sikap keempat kakinya ditekuk, hidung panjang dengan motif sulur-suluran..



Fragmen Bangunan (70)
Merupakan bagian dari makara dengan bagian belakangnya auso Bagian depan dengan mata melotot besar..



Fragmen Bangunan (71)
Makara dengan bagian belakangnya aus. Bagian depan dengan mata melotot besar, alis tebal mengkerut



Lumpang Batu (86)
Merupakan batu alam berbentuk pipih persegi empat dengan pemukaan rata dan berpori-pori.



Lumpang Batu (87)
Batu alam berbentuk silindris dengan lubang di bagian tengahnya, mempunyai permukaan



Menhir (78)
Merupakan tugu batu berukuran besar berbentuk bulat lonjong dengan permukaan batu



Menhir (79)
tugu batu berukuran lebih kecil dari batu lainnya berbentuk bulat panjang dengan pemukaan yang tidak rata



Menhir (80)
Merupakan tugu batu berbentuk bulat silindris dengan permukaan yang tidak beraturan.



Menhir (81)
Batu berbentuk pipih persegi empat, bagian dasar lebih besar, mengecil di bagian atas, permukaannya tidak rata



Menhir (82)
Merupakan tugu batu berukuran besar berbentuk bulat lonjong dengan permukaan batu yang tidak beraturan.






















































































































