Tentang
Pura Puseh Kangin

Website & Virtual Tour

IMG 9205 Scaled IMG 9231 Scaled

Tentang Pura Puseh Kangin

Hal yang menarik bahwa di Pura Puseh Kangin Desa Carangsari terdapat tinggalan arkeologi berupa nekara batu dengan fragmen arca yang duduk bersila di atasnya. Seperti yang telah diketahui bahwa nekara merupakan peninggalan dari jaman prasejarah tepatnya pada jaman perundagian dimana pada masa tersebut teknologi telah berkembang pesat terbukti dengan ditemukannya berbagai peralatan yang terbuat dari logam dalam bentuk yang sedernana. Nekara pada umumnya sampai saat ini terbuat dari bahan tembaga ataupun perunggu seperti nekara yang ditemukan di Pura Penataran Sasih Desa Pejeng Gianyar, berbentuk seperti dandang dengan kuping serta hiasan kedok muka. Pada jaman dahulu nekara difungsikan sebagal gendering perang atau sebagai sarana upacara yang dapat mendatangkan hujan (Sutaba, 1980: 23-24). Berbeda halnya dengan benda yang terdapat di Pura Puseh Kangin Desa Carangsari. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh Balai Arkeologi depasar Nekara di Pura Puseh Kangin Carangsari diliahat dari prototipe dan karakteristik tinggalannya kemungkinan besar tinggalan ini bukan berasal dari jaman prasejarah, akan tetapi berasal dari jaman sejarah peradaban Hindu-Budha di Bali. Terbukti dengan adanya fragmen kaki arca dengan nekara sebagai lapiknya, kemungkinan nekara tersebut berasal dari kronologi abad 13-15 Masehi. Kemungkinan pada saat pembuatan tinggalan tersebut tradisi megalitik masih berkembang dengan baik sehingga dibuatkan arca perwujudan dengan nekara sebagai lapiknya. Tinggalan menarik lainnya yang ditemukan di Pura Puseh kangin Desa Carangsari adalah Lingga Tri Murti atau Tri Mukha Lingga. Pada umumnya lingga yang banyak ditemukan di bali adalah Lingga Bajralepa, Lingga Sempurna ataupun Lingga semu. Fungsi serta landasan filosofis dari lingga-lingga tersebut hampir sama yaitu sebagai sarana

floorplan

List Pelinggih

Pura Puseh Kangin Desa Carang Sari ini telah mendapatkan beberapa kali penelitian arkeologi, sehingga peninggalan budayanya sudah terdaftar sebagai benda cagar budaya. Pura ini terdiri dari tiga halaman sesuai dengan apa yang biasa dijumpai di daerah dataran yakni Halaman Luar (Jaba sisi) Halaman Tengah (Jaba Tengah) dan Halaman Dalam (Jeroan).

List Pelinggih

List Pelinggih

Penemuan Arca

Nama Arca : Fragmen Bangunan

No. Inventaris : 1/14-03/BND/84

Bahan : Batu Padas

Warna : Abu Abu

Tempat : Utama Mandala

Nama Arca : Lumpang Batu

No. Inventaris : 1/14-03/BND/386

Bahan : Batu Padas

Warna : Abu Abu

Tempat : Utama Mandala

Nama Arca : Menhir

No. Inventaris : 1/14-03/BND/83

Bahan : Batu Padas

Warna : Abu Abu

Tempat : Utama Mandala

Skala Renovasi
Pura Puseh Kangin

Pura Puseh Kangin telah mengalami beberapa kali renovasi sebagai upaya pelestarian cagar budaya dan perawatan bangunan suci. Renovasi dilakukan untuk memperbaiki pelinggih dan bangunan pendukung yang mengalami kerusakan akibat faktor usia, cuaca, dan lingkungan, tanpa mengubah struktur utama, tata ruang, serta nilai kesakralan pura. Pelinggih-pelinggih yang ada juga telah direnovasi dengan tetap mempertahankan bentuk asli, fungsi sakral, serta nilai historisnya. Selain itu, renovasi bertujuan untuk menyesuaikan kebutuhan umat yang semakin berkembang, sehingga aktivitas keagamaan dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman.

Apa yang dipertahankan?

Struktur Utama dan Tata Letak Kawasan Suci. Struktur utama pura beserta tata letak kawasan sucinya masih dipertahankan seperti sejak dahulu. Pembagian mandala (nista, madya, dan utama mandala) tetap dijaga sesuai dengan konsep tata ruang tradisional Bali. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan kesakralan pura serta nilai filosofi dan warisan leluhur.

Dokumentasi Pura Puseh Kangin

Scroll to Top

Pura Puseh Kangin

Desa Carangsari, Petang

Arca Sebagai Bukti Sejarah

Arca-arca kuno yang terdapat di Pura Puseh Kangin tetap dipertahankan sebagai bukti sejarah dan peninggalan budaya masa lampau. Arca ini memiliki nilai arkeologis, religius, dan edukatif karena menjadi saksi perkembangan peradaban masyarakat Bali sejak zaman dahulu.

Pura Puseh Kangin

Desa Carangsari, Petang

Pengempon Pura

Pura Puseh Kangin dipelihara dan dijaga oleh pangemong pura yang berasal dari masyarakat sekitar. Mereka memiliki peran penting dalam menjaga kesucian pura, melestarikan tradisi, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan adat dan upacara keagamaan dapat berjalan dengan baik secara berkelanjutan.

Informasi Situs

Penggungan Catur (Nista Mandala)

Penggungan Catur merupakan pelinggih untuk menghaturkan banten bebangkit sebagai sarana piodalan

Informasi Situs

Wantilan Pura (NistaMandala)

Wantilan merupakan sebuah aula tempat berkumpulnya masyarakat untuk berbagai kegiatan.

Informasi Situs

Bale Gong (Nista Mandala)

Bale Gong berada didepan pintu masuk menuju ke jaba tengah yang berfungsi sebagai tempat menabuh gong dan gambelan

Informasi Situs

Penyawang Pinandhita (Utama Mandala)

Penyawang Pinandita merupakan tempat Pinandita untuk memulai persembahyangan . Pinandita juga sering disebut Pemangku.

Informasi Situs

Apit Lawang (Madya Mandala)

Apit Lawang ini merupakan Pelinggih Kembar yang berada diantara pintu masuk dan keluar menuju ke jeroan. Pelinggih ini merupakan pelinggih kembar yang berada diantara pintu masuk dan pintu keluar menuju ke jeroan. Pelinggih ini untuk memuja Ida Ratu Made dan Ratu Wayan.

Informasi Situs

Pelinggih Bedugul (Madya Mandala)

Pelinggih Bedugul ini berada disebelah kanan pintu masuk jeroan. Pelinggih ini merupakan pelinggih untuk memuja Batari Uma untuk meminta kerahayuan diladang atau sawah.

Informasi Situs

Pesandekan (Nista Mandala)

Bale ini berfungsi untuk tempat peristirahatan bagi umat yang akan melakukan persembahyangan.

Informasi Situs

Pelinggih Gedong Kembar (Utama Mandala)

Pelinggih ini berada di area jeroan. Didalam pelinggih ini terdapat Arca Suci Tri Murthi sebagai Simbol Ida Betari Uma dan Batara Siwa.

Informasi Situs

Gedong Simpen (Utama Mandala)

Gedong Simpen adalah tempat suci Pura Pusering Jagat yang didalamnya terdapat pecahan – pecahan arca.